KUNJUNGAN GAPOKTAN BABATAN GRESIK KE DEM AREA PADI PM-AAS TRENGGALEK
Trenggalek, 15 September 2026 – Tanam padi dengan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi padi sekaligus mendukung keberlanjutan swasembada pangan. Dalam penerapannya, demonstration area (dem area) menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani untuk melihat, memahami, dan mengembangkan teknologi PM-AAS.
Penyuluh Pertanian Kabupaten Trenggalek yang dikoordinatori oleh Mahmudi, S.P., selaku Katimker Penyuluhan, menerima kunjungan lapang sekitar 40 anggota Gapoktan Tani Ajeg, Desa Babatan, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Kegiatan berlangsung di lahan PM-AAS Kelompok Tani Sumber Rejeki II, Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, dengan luas tanam mencapai 27,2 hektare.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan BRMP Jawa Timur, penyuluh pertanian Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Gresik, serta anggota kelompok tani dari kedua daerah. Dalam kesempatan tersebut, Mahmudi, S.P., menyampaikan bahwa penerapan PM-AAS terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi. Hal ini dibuktikan melalui hasil panen PM-AAS di Kelompok Tani Ngudi Mulyo, Desa Ngadisuko, yang mencapai produktivitas sebesar 10,6 ton per hektare.
Ketua Gapoktan Tani Ajeg, Wakri, berharap kunjungan lapang ini dapat mempererat komunikasi sekaligus menjadi ajang bertukar pengalaman antara petani Trenggalek dan Gresik, khususnya dalam penerapan teknis PM-AAS sehingga mampu menghasilkan produktivitas sesuai harapan petani.
Sementara itu, Rochani Iswandari, S.P., selaku Katimker Penyuluhan Kabupaten Gresik, menyampaikan bahwa kunjungan lapang bertujuan agar petani dapat melihat secara langsung pertumbuhan tanaman padi sekaligus memahami penerapan PM-AAS sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang direkomendasikan.
Perwakilan BRMP Jawa Timur, Raden Noeriwan Budi Soerjandono, SP., menegaskan bahwa capaian produktivitas PM-AAS yang telah mencapai sekitar 10 ton per hektare perlu terus disebarluaskan secara masif melalui peran penyuluh dan petani pelaksana.
Melalui berbagi pengalaman dan pembelajaran dari hasil nyata di lapangan, teknologi PM-AAS diharapkan semakin luas diterapkan untuk mendukung percepatan swasembada pangan, khususnya di Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Gresik, dan wilayah lainnya.